Using ICT in Language Teaching

11 12 2009

ICT in language teaching is the new trend right now. Most schools and universities used this trend to increase the students’ interest to their institution. Many schools and universities support their institution with computer & internet network, LCD projector and some other devices.

However, this new trend are not supported yet with skillful trainer or teacher to this instruments. On the other hand, students are not new to this new instrument. They are familiar with this instrument such as, internet, fb, email, however, they are not commonly used them for learning.

I really want to help the students and teachers (or some lecturers) who are interested in this new trend. Right now, I am involved in the workshop conducted by English Department FBSS UNP. This workshop invited Ismet Fanany, M.A., Ph.D. (Deakin University) and Elizabeth Smolcic, Ph.D. (The Pennsylvania State University). This workshop conducted for four days attended by English lecturers especially CALL lecturers.





Kampusiana

10 12 2009

Kampusku,  Universitas Negeri Padang, lama sudah ku tinggal karena sedang dalam studi. Sepuluh tahun yang lalu, UNP atau mahasiswa di Padang secara umum merupakan  salah satu pelopor reformasi di Indonesia (setahu gue gitu sebelum aksi turun ke jalan di tempat lain di Indonesia). Maka boleh dikatakan aksi turun ke jalan di awali oleh mahasiswa UNP jauh sebelum isu itu menggaung di seantero Nusantara.

Jumlah demontrasi yang pertama cukup banyak walaupun dominan dari mahasiswa FBSS dan FT. Tema dan alasan mereka turun ke jalan juga dipahami para demonstran tersebut.

Namun berbeda dengan aktivis yang turun ke jalan masa sekarang, gerakan turun ke jalan dari UNP (mungkin ditempat lain juga) tidak seperti dulu lagi. Dari segi jumlah hanya sedikit. Dari segi waktu apalagi udah (paling) belakangan juga kayaknya. Apakah karena mahasiswa UNP sudah menjadi aktivis yang baru? Misalnya lebih study oriented atau lebih banyak berkutat dalam kegiatan ilmiah. (Tapi, kayaknya, tidak juga tuh kata dosen-dosennya).

Dulu mahasiswa UNP pemuncak dalam kegiatan ilmiah, PIMNAS, dan juga demonstrasi KKN, reformasi, hingga mereka ikut mendemo rektornya sendiri karena menggunakan hak prerogatifnya (yang terakhir kelewatan gak ya?).

Dulu dalam demonstrasi (aktivis) mahasiswa mencari dulu bahan dan materi yang dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga dapat dikatakan mereka (sangat) memahami kekisruhan yang yang terjadi (aware and understand) dan berdasarkan fakta.  Termasuk saat penulis sendiri ketika menjadi korlap dalam dialog dan demonstrasi masalah korupsi berjamaah di DPRD SUMBAR. Sebelumnya telah dilakukan kajian terhadap dokumen anggaran belanja anggota dewan yang dapat kami peroleh. (Wuih ternyata saat itu anggarannya banyak banget).

Tapi sekarang? Beberapa aktivis mahasiswa tidak banyak yang paham dengan materi yang mereka tuntut. Apalagi yang cuma ikut-ikutan. Lebih banyak orasi dan berteriak turunkan si A, usut si B. Masalahnya mengerti gak? Beberapa mahasiswa yang ikut demo tersebut kebanyakan tidak paham kasus Century dan hubungan dengan si A dan si B. Lantas ngapain teriak-teriak kalo gak ngerti? Apakah mereka gak aware dengan kondisi yang berkembang atau masih trauma?

Lantas jika kita amati di sisi Nusantara yang lain ada mahasiswa yang merusak fasilitas umum dan usaha masyarakat (misal perusakan restoran waralaba X yang nota bene milik warga sendiri namun mereknya aja asing). Apakah ada fenomena lain yang terjadi pada mahasiswa?

Jika di Padang aksi dorong-dorongan dengan Polisi aja sudah terasa rusuh (apalagi yang pertama ya?). Apakah fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia? Wallahu Alam.

Semoga demo mahasiswa atau penyampaian aspirasi ini lebih beradab dan dewasa. Juga lebih berdasarkan fakta. Berikan contoh penyampaian aspirasi yang baik kepada masyarakat, jangan mengeluarkan umpatan dan kata-kata kotor. Sehingga julukan mahasiswa sebagai “intelektual muda yang kritis dan dinamis, serta peduli kondisi lingkungan masyarakat baik tingkat lokal maupun nasional”. Sehingga fungsinya sebagai “Agent of Change” gak pernah luntur.

*Tulisan ini hanya untuk menggugah mahasiswa untuk peduli dan peduli…. dimanapun berada.





Perkuliahan UNP Pasca Gempa

8 10 2009

Pasca gempa besar yang melanda Padang dan Pariaman, juga menimbulkan kerusakan parah pada sektor pendidikan. Sedikitnya dibutuhkan Rp. 40 miliar untuk memperbaiki fasilitas pekuliahan, peralatan laboratorium,  dan gedung di Universitas Negeri Padang menurut Rektor UNP Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M.Pd pada TVone di Padang.
“Hampir seluruh gedung kami rusak, terutama rektorat, laboratorium FMIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi yang lama, dan FBSS,” kata Rektor di Padang, Rabu (7/10).

Ia mengatakan, saat ini, gedung kampus yang rusak sudah mulai dibersihkan.

Untuk perbaikan gedung, kata dia dibutuhkan dana sebesar Rp26 miliar. Sementara untuk alat-alat labor sebesar Rp14 miliar.

UNP akan kembali memulai perkuliahan pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2009 .

Foto seputar kampus UNP lihat.





The ICLLT by UNP Delayed

8 10 2009

Due to the earthquake in West Sumatra, the First International Conference in Language and Language Teaching that will be conducted by English Department of FBSS of State University of Padang is delayed.

It will be conducted on 26-27 February 2010. The candidate presenters who did not send the full paper yet can be accepted till 20 November 2009.

The Committee





INTERNATIONAL CONFERENCE ON LANGUAGE AND LANGUAGE TEACHING

31 05 2009

CALL FOR PAPERS

THE FIRST INTERNATIONAL CONFERENCE ON LANGUAGE AND LANGUAGE TEACHING (ICLLT-1)

Promoting Professionalism in ELT

Padang, October 16 – 17, 2009

Rationale

As a world-wide language, the great need for the teaching-learning of English as an L2 and/or an FL has been increasing significantly. However, the teaching-learning process of English as an FL in Indonesia has not been fairly successful yet. Natural, cultural, psychological, theoretical, and practical problems are still in crucial issues which need to be discussed seriously. In order to have significant success in the teaching-learning of English, professionalism in English Language Teaching (ELT) should be stimulated and promoted by means of various ways. Having conference on ELT is one way which can be held to obtain the intended professionalism.

Being inspired by the experiences in organizing and holding national and international seminars so far, the English Department of Faculty of Language Literature and Art, the State University of Padang would like to organize the scientific discussions and workshops into regular conferences which are labeled as Conference on Language and Language Teaching (CLLT). It is planned that CLLT is held annually in the level of national and international one with various focuses. In accordance with the planning, this is the first international level of CLLT, and this year it is focused on the English language teaching. This conference is held with the theme: “Promoting Professionalism in ELT”. Researchers, lecturers, teachers, or students of English are kindly invited to participate in this valuable conference.

Read the rest of this entry »





English for Nursing

11 05 2009

Saat ini profesi bidang kesehatan sangat diminati generasi muda di Indonesia. Sehingga tak heran Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan juga tumbuh dimana-mana. Profesi kebidanan maupun keperawatan merupakan profesi yang sangat menjanjikan, kalaupun tidak menjadi PNS, para alumni dapat bekerja di luar negeri, atau buka praktek mandiri.

Saat ini banyak permintaan tenaga kesehatan dari berbagai negara seperti Arab Saudi Australia dll. Tetapi tentunya para tenaga kesehatan tersebut harus memiliki kompetensi bahasa di samping kompetensi keilmuannya. Salah satu STIKES yang konsen dengan hal ini adalah STIKES Amanah Padang yang beralamat di Jalan S. Parman Padang. STIKES Amanah Padang menyelenggarakan perkuliahan bahasa Inggris khususnya English for Nursing bagi mahasiswanya sejak di semester pertama. Selain itu, mahasiswa juga dibekali skill bahasa Arab.

English for Nursing berbeda dengan bahasa Inggris biasa. Materi perkuliahan lebih diarahkan pada pengembangan keterampilan komunikasi bidang medis. Dalam perkuliahan empat keterampilan dasar berbahasa juga dikembangkan, baik speaking, listening, reading maupun writing. Hal ini sesuai dengan praktek di lapangan bahwa calon tenaga medis tersebut membutuhkan keempat keterampilan berbahasa tersebut (contoh silabus dapat dilihat di sini).

Dengan bekal tersebut, diharapkan alumni siap untuk bersaing di dunia kerja nantinya.





Wajah Pendidikan Indonesia

3 05 2009

Hampir 64 tahun Indonesia merdeka bagaimanakah wajah pendidikan Indonesia tepat pada hari Pendidikan Nasional kemarin. Saat seluruh siswa kelas IX SMP mengikuti UN, seluruh mata memandang wajah pendidikan kita.
Tak sedikit kegiatan contek mencontek, pembocoran, dan keterlibatan guru dalam hal tersebut juga ikut memperburuk wajah pendidikan kita. Sudah seharusnya kita evaluasi sistem evaluasi pendidikan nasional kita..





Kompetisi Debat Bahasa Inggris Tingkat UNP 2009

2 04 2009

HTML clipboard

ULEDC

(UNIVERSITY LEVEL ENGLISH DEBATING CONTEST)

KOMPETISI DEBAT BAHASA INGGRIS  TINGKAT UNIVERSITAS NEGERI PADANG

TAHUN 2009

Tema

“Pelaksanaan ULEDC (University Level English Debating Contest) dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa dalam Dunia Internasional”

FAKULTAS BAHASA SASTRA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

A. Tujuan Kegiatan

Tujuan dari ULEDC (University Level English Debating Contest) adalah:

  1. Melatih kemampuan speaking dan public speaking mahasiswa.

  2. Melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan memperluas wawasan mahasiswa mengenai isu-isu dunia terbaru.

  3. Mencari mahasiswa calon debater berbakat untuk dilatih dan dibina dalam kegiatan English Debate Community

  4. Menemukan Tim Pemenang kompetisi debat dan sekaligus mempersiapkan Tim Debat UNP untuk Kompetisi Debat Tingkat Wilayah A1 dan Nasional tahun 2009

B. Kegunaan ULEDC

Kegunaan dari ULEDC (University Level English Debating Contest) adalah:

  1. Sebagai salah bentuk kegiatan pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam berbahasa Inggris

  2. Sebagai salah ajang dalam melatih mahasiswa untuk berpikir logis, kritis dan tajam mengenai isu-isu terbaru di dunia yang mennyangkut hidup orang banyak.

  3. Sebagai ajang kompetisi sekaligus silaturrahmmi mahasiswa antar fakultas.

  4. Meningkat semangat kompetisi dan daya saing mahasiswa dalam dunia internasional

C. Bentuk Kegiatan

Kegiatan ULEDC (University Level English Debating Contest) berdasarkan pada British Parliamentary System. Kompetisi terdiri dari 4 tahap yaitu: preliminary round, quarter round, semifinal and final.

Read the rest of this entry »





Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop

17 03 2009

Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop

Saat ini hampir semua kalangan telah menggunakan Laptop dalam menjalankan aktivitas, seperti mengajar (bagi guru dan dosen), surfing di internet atau sekedar mengetik tugas. Laptop memiliki beberapa keunggulan seperti praktis yang bisa dibawa kemana saja dan bisa bekerja dengan baterai tiga jam atau lebih.

Namun belakangan banyak rekan di kampus yang mengeluhkan bahwa laptopnya hanya bertahan beberapa menit saja dan ada lagi yang lebih parah laptopnya matot alias mati total saat bekerja. Nah artikel ini khusus buat yang baru punya laptop atau ingin laptopnya awet. Read the rest of this entry »





Machine Translation dan Computer-Assisted Translation

12 03 2009

Kali ini saya tertarik untuk mengupas sebuah artikel berjudul  “Machine Translation and Computer-Assisted Translation: A new way of translating?” Artikel ini ditulis oleh Olivia Craciunescu, Constanza Gerding-Salas, Susan Stringer-O’Keeffe yang dimuat pada bulan Juli 2004 di Translation Jurnal dengan alamat: http://accurapid.com/journal/29bias.htm dan di-update 4 September 2008.

Kehadiran Mesin Penerjemahan dan Penerjemahan Berbantuan Komputer (selanjutnya disingkat menjadi “MT dan CAT”) sudah lama diinginkan oleh orang-orang yang sering melakukan komunikasi antar bahasa. Artikel diawali dengan menguraikan pentingnya teknologi ini dalam dunia modern, sejarah mesin dan komputer pembantu penerjemahan, beberapa teknologi yang dapat digunakan dalam penerjemahan, seperti kamus elektronik, glosari, database istilah, concordance, online bilingual teks, dan memori penerjemahan. Terakhir penulis artikel memberi gambaran dampak pengaruh teknologi penerjemahan ini bagi penerjemah profesional.

Ada beberapa hal, kenapa artikel ini penting untuk kita analisis. Pertama, munculnya gejala MT dan CAT ini tidak hanya terjadi di Amerika dan Eropa semata seperti yang diulas dalam artikel tersebut, tetapi juga di Indonesia pun hal ini telah dikembangkan baik secara pribadi, lembaga swasta, bahkan lembaga resmi seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). LIPI telah merilis software CAT yang dikembangkannya untuk menerjemahkan teks dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, software ini juga diedarkan secara online, dan masih banyak software dan MT yang telah beredar di masyarakat seperti transtool, alfalink, indodictionary, systran. Dari fenomena ini muncul pertanyaan umum dari para penerjemah profesional “akankah MT dan CAT menjadi ancaman karir profesional mereka?’ Bagi kita, akademisi penerjemahan, hal ini juga menjadi topik menarik terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Artikel memang disebutkan para penerjemah profesional tidak secara tegas mengakui kekhawatiran mereka mengenai pekerjaan (loss of work) tetapi mereka lebih mengkhawatirkan kualitas terjemahan dari MT dan CAT.

Read the rest of this entry »