Category Archives: Linguistics

English Department Publishes Two More Scientific journals

After issuing Lingua Didaktika a journal on Language, Literature, and Language Teaching, English Department of FBS Universitas Negeri Padang publishes Journal of English Language Teaching and English Language and Literature.

These two journals aim at publishing ideas, researches, and opinion related to language, literature and teaching development. These journal will be launched formally by Rector of Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram. on Friday, September 28, 2012.

 

International Seminar on Languages and Arts

Faculty of Languages and Arts of State University of Padang (FBS UNP) will conduct an International Seminar. This seminar is planed on 20-21 October 2012. There will be 4keynote speakers from various countries.

  • Prof. Brenton Doecke (Deakin University, Australia) English Language Teaching expert,
  • Prof. Dr. Zaenal Abdul Latif (Pusat Kebudayaan University Malaya, Malaysia)  performing art expert,
  • Dr. Karta Jayadi, M.Sn. (Dekan Fakultas Seni dan Desain Univ. Negeri Makasar, Indonesia) fine art expert,
  • Prof. Dr. Hasanudin WS, M.Hum. (FBS Universitas Negeri Padang, Indonesia) Indonesian Literarature expert..

The theme of the seminar is “Revitalizing the teaching of languages and arts .”

The seminar organizers invite language and art teachers in schools, education institutes, universities, education administrators, policy makers, researchers and all those who are interested in the language learning and teaching to submit their paper (full) for parallel sessions.

The seminar will be conducted at four stars hotel in Padang “Grand Inna Muara” Padang.

Important dates:

  • 30 September 2012 : the deadline of sending abstract
  • 3 Oktober 2012: the information/announcement of abstract acceptance
  • 10 Oktober 2012:  the deadline for sending complete paper
  • 20-21 Oktober 2012:  the seminar days

Registration

The seminar presenters and participants have to register and pay for registration fee; the latest date is October 15, 2012. The payment is as follow:

  1. Presenters from Indonesia (with proceeding) : IDR 350,000,-
  2. Presenters from Indonesia (without proceeding) : IDR 200,000,-
  3. Presenters from abroad : US $ 100
  4. Participants (undergraduate program): IDR 150,000,-
  5. Participants (teachers/graduate program): IDR 200,000,-
  6. Participants (UNP lecturers): IDR 250,000,-
  7. Participants (lecturers): IDR 300,000,-

Send your abstract to isla_fbsunp.@yahoo.co.id and  cc to havid_a@yahoo.com

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (FBS UNP) akan melaksanakan Seminar Internasional mengenai bahasa dan seni pada 20-21 Oktober 2012. Seminar ini nantinya akan menghadirkan 5 pembicara utama dari berbagai negara. Tema seminar internasional ini “Revitalisasi Pembelajaran Bahasa dan Seni dengan Peningkatan Sinergi Dosen dan Guru Profesional.”

Panitia seminar juga mengundang guru-guru bahasa dan seni di sekolah,  dosen perguruan tinggi, administratur pendidikan, pembuat kebijakan, peneliti dan siapapun yang tertarik dengan pembelajaran dan pengajaran bahasa untuk mengirimkan artikel yang akan disampaikan pada sesi paralel.

Informasi selanjutnya mengenai tanggal penting, biaya, akomodasi akan disampaikan melalui web ini dan UNP.

Tanggal Penting:

  • 30 September 2012 : Batas akhir pengiriman abstrak
  • 3 Oktober 2012: Pengumuman abstrak diterima
  • 10 Oktober 2012: Batas akhir pengiriman makalah lengkap
  • 20-21 Oktober 2012: Pelaksanaan seminar

kirim makalah ke isla_fbsunp.@yahoo.co.id dan cc ke havid_a@yahoo.com

  1. Pemakalah dari Indonesia (dengan proceeding) : Rp 350,000,-
  2. Pemakalah dari Indonesia (tanpa proceeding) : Rp 200,000,-
  3. Pemakalah dari luar negeri : US $ 100
  4. Peserta (mahasiswa S1): Rp 150,000,-
  5. Peserta (guru/mahasiswa S2): Rp 200,000,-
  6. Peserta (dosen UNP): Rp 250,000,-
  7. Peserta (dosen/umum): Rp 300,000,-

contact person : Havid Ardi (havid_a@yahoo.com atau telp ke 0852 2928 9435), Muhd. Al-Hafizh (m_alhafizh@yahoo.com atau telp ke 0813 63 48 9136)

Download brosur:

Contact Person: Prof. Dr. Syahrul R, M.Pd. (081374239601); Dr. Refnaldi, M.Litt. (081382607058); Havid Ardi, S.Pd., M.Hum. (085229289435); Muhd. Al-Hafizh, S.S., M.A. (081363489136)

visit http://english.unp.ac.id/

Panduan Penulisan Skripsi dan Karya Ilmiah

Mahasiswa seringkali kebingungan ketika sedang berada pada tahap akhir perkuliahannya. Apalagi kalo bukan menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Beberapa kampus telah memberikan panduan yang jelas dalam menulis namun beberapa belum.

Untuk itu, pada link panduan berikut pembaca dapat melihat bagaimana cara menulis yang benar menurut panduan yang berlaku di  Universitas Negeri Padang. Sebenarnya panduan ini bisa dikatakan hampir sama dengan kampus lainnya. Jadi gak masalah kalo anda menggunakan panduan ini dalam menyelesaikan skripsi anda.

Dari panduan ini anda dapat melihat Contoh Halaman Sampul, Contoh Format Halaman Persetujuan, Contoh Format Halaman Pengesahan, Contoh Surat Pernyataan, Contoh Abstrak, Contoh Daftar Isi, Contoh Daftar Tabel, Contoh Daftar Gambar, Contoh Daftar Lampiran, Contoh Tabel, Contoh Gambar, dan cara penulisan daftar pustaka.

So, just download panduan_tugas_akhir ini.

Nasionalisme & Gender dalam Penerjemahan: Ideologi dalam Penerjemahan

Nasionalisme & Gender dalam Penerjemahan:

Ideologi dalam Penerjemahan

Oleh:

Havid Ardi[1]

FBSS Universitas Negeri Padang

Abstract

The ideology in the translation subject differs from the ideology in social subject. The process of translating is influenced by the ideology of the translator. There are two ideologies in the translation practice, they are: foreignization and domestication. In fact, there is no a pure foreignization or domestication translation. There is only a tendency to use a foreignization or domestication ideology in translation. Instead of that, the society’s vision also determines what the translation should be.

Keywords: translation ideology, foreignization, domestication,


[1] Mahasiswa Pascasarjana Linguistik Penerjemahan UNS

Continue reading

Analisis Teknik Penerjemahan dan Kualitas Terjemahan Buku “Asal Asul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad ke XIX/XX.”

Analisis Teknik Penerjemahan dan Kualitas Terjemahan Buku “Asal Asul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad ke XIX/XX” HAVID ARDI. S130908005. 2010. Analisis Teknik Penerjemahan dan Kualitas Terjemahan Buku “Asal Asul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad ke XIX/XX.” Tesis. Pascasarjana Program Magister Linguistik, Minat Utama Penerjemahan. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap bentuk-bentuk dan penggunaan teknik penerjemahan dalam buku terjemahan “Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX”. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan teknik, metode, dan ideologi penerjemahan, serta melihat dampaknya terhadap kualitas terjemahan dari aspek keakuratan (accuracy), keberterimaan (acceptability) serta keterbacaan (readabliity) terjemahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, kualitatif terpancang untuk kasus tunggal. Ini merupakan penelitian holistik yang melibatkan 3 (tiga) jenis sumber data. Sumber data pertama adalah dokumen yang berupa buku sumber dan produk terjemahannya sebagai sumber data objektif.. Sumber data kedua, diperoleh dari informan yang memberi informasi mengenai keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan hasil terjemahan sebagai data afektif. Sumber data ketiga adalah para penerjemah dan editor ahli sebagai sumber data genetik. Pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi teknik dengan pengkajian dokumen, penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam. Pemilihan sampel data dilakukan dengan teknik purposif sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 18 jenis teknik penerjemahan dari 731 teknik yang digunakan penerjemah dalam 285 data. Berdasarkan frekuensi penggunaan teknik tersebut adalah: amplifikasi 122 (16,69%), penerjemahan harfiah 86 (11,76%), padanan lazim 84 (11,49%), modulasi 73 (9,99%), peminjaman murni 71 (9,71%), reduksi/implisitasi 61 (8,34%), adaptasi 57 (7,80%), penambahan 37 (5,06%), transposisi 27 (3,69%), generalisasi 22 (3,01%), kalke 19 (2,60%), inversi 16 (2,19%), partikularisasi 15 (2,05%), penghilangan 15 (2,05%), kreasi diskursif 10 (1,37%), deskripsi 9 (1,23%), peminjaman alami 6 (0,82%), dan koreksi 1 (0,14%). Berdasarkan teknik yang dominan terungkap bahwa buku ini cenderung menggunakan metode komunikatif dengan ideologi domestikasi. Dampak dari penggunaan teknik penerjemahan ini terhadap kualitas terjemahan cukup baik dengan rata-rata skor keakuratan terjemahan 3,33, keberterimaan 3,55, dan keterbacaan 3,53. Hal ini mengindikasikan terjemahan memiliki kualitas keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan yang baik. Teknik yang paling banyak memberi kontribusi positif terhadap tingkat keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan terjemahan adalah teknik amplifikasi, penerjemahan harfiah, dan padanan lazim. Sementara, teknik penerjemahan yang banyak mengurangi tingkat keakuratan & keberterimaan adalah modulasi, penambahan, dan penghilangan.

Continue reading

Code Switching atau Code Mixing?

Code Switching atau Code Mixing?

Sebenanya perbedaan antara
code switching, code mixing, loan word, borrowing word itu apa sih
….

Itulah pertanyaan dari seorang mahasiswa yang ingin tahu beda antara beberapa istilah linguistik “code-switching, code-mixing, loan word, dan borrowing word”.

Sebenarnya perbedaan mendasar antara code switching (alih kode) dan code mixing (campur kode) berada pada tataran jumlah kata atau satuan lingualnya penggunaan bahasa tersebut.

Code Mixing (campur kode)
Misalnya:
kalimat : This morning I hantar my baby tu dekat babysitter tu lah

Berdasarkan contoh ini terjadi campur kode (code mixing) karena penutur mencampurkan kedua bahasa (code) dalam satu kalimat. Pada campur kode berarti ada bahasa yang dominan dipakai, misal di atas dominan menggunakan bahasa Inggris. Pidato pejabat misalnya dominan bahasa Indonesia namun disisipi sesekali dengan bahasa asing agar terlihat lebih keren atau berterima.

Campur kode ini dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Campur kode ke dalam (innercode-mixing):
Campur kode yang bersumber dari bahasa asli dengan segala variasinya (formal, baku, informal, tidak baku)
2. Campur kode ke luar (outer code-mixing): campur kode yang berasal dari bahasa asing.

Latar belakang terjadinya code switching dapat dibagi dua, yaitu
1. sikap (attitudinal type), latar belakang sikap penutur
2. kebahasaan(linguistik type), latar belakang keterbatasan bahasa, sehingga ada alasan identifikasi peranan, identifikasi ragam, dan keinginan untuk menjelaskan atau menafsirkan.

Wujud campur kode ini bisa:
1. penyisipan kata,
2. menyisipan frasa,
3. penyisipan klausa,
4. penyisipan ungkapan atau idiom, dan
5. penyisipan bentuk baster (gabungan pembentukan asli dan asing).

Alih Kode (code switching)

Sementara alih kode (code switching) memang penutur mengalihkan bahasa yang digunakannya. Misalnya pada jawaban yang diberikan kemarin diawali dengan bahasa Indonesia. Namun karena perkiraan Hetty sebagai mitra tutur memahami bahasa Inggris akhirnya dialihkan ke bahasa Inggris. (biar keliatan keren juga kali he 2x)
Alih kode ada dua jenis: 1 alih kode ekstern (Misal Inggris ke Indo), 2. alih kode intern (misal bahasa Jawa Ngoko ke Kromo).

Jadi perbedaan prinsipil antara code switching dan code mixing begitu. Code mixing terjadi ketika penutur mencampurkan/menyisipkan kata-kata asing (other code) dalam bahasa yang dominan digunakannya, ya termasuk penggunaan istilah asing agar nampak intelek.
Sementara code switching, penutur mengganti bahasa yang digunakannya ke code yang lain (termasuk ragam) karena pertimbangan (1) lawan bicara. (2) penutur sendiri, (3) hadirnya penutur ketiga (misal orang Jawa sama orang Jawa terus datang orang ketiga dari Sumatra maka mereka alih kode ke bahasa Indonesia), (4) menimbulkan rasa humor, atau (5) meningkatkan gengsi.

Hal yang sama dari code switching dan code mixing, ya keduanya lazim terjadi dalam masyarakat multilingual dalam menggunakan dua bahasa atau lebih. Perbedaannya alih kode (code switching) terjadi antara bahasa yang digunakan masih memiliki otonomi masing-masing, dilakukan dengan sadar, dan disengaja, karena sebab-sebab tertentu, sementara campur kode (code mixing) terjadi pada suatu kode utama atau kode dasar yang digunakan memiliki fungsi dan otonomi, sedangkan kode yang lain yang terlibat dalam penggunaan bahasa tersebut hanyalah berupa serpihan (pieces) saja, tanpa fungsi dan otonomi sebagai sebuah kode. Unsur bahasa lain hanya disisipkan pada kode utama atau kode dasar. Sebagai contoh penutur menggunakan bahasa Indonesia dalam peristiwa tutur menyisipkan unsur bahasa Minang, sehingga tercipta bahasa Indonesia keminang-minangan.

Thelander membedakan alih kode dan campur kode, apabila dalam suatu peristiwa tutur terjadi peralihan dari satu klausa suatu bahasa ke klausa bahasa lain disebut sebagai alih kode. Tetapi apabila dalam suatu peristiwa tutur klausa atau frasa yang digunakan terdiri atas klausa atau frasa campuran (hybrid clauses/hybrid phrases) dan masing-masing klausa atau frasa itu tidak lagi mendukung fungsinya sendiri maka disebut campur kode.

Sementara fenomena “borrowing word and loan word” biasa dikenali dalam istilah penerjemahan. Teknik borrowing ini biasanya dilakukan penerjemah ketika ia mengalami kesulitan dalam menemukan padanan atau bisa juga istilah tersebut telah baku misal status quo seringkali tidak diterjemahkan.

Semoga lebih mudah dipahami ya…

INTERNATIONAL CONFERENCE ON LANGUAGE AND LANGUAGE TEACHING

CALL FOR PAPERS

THE FIRST INTERNATIONAL CONFERENCE ON LANGUAGE AND LANGUAGE TEACHING (ICLLT-1)

Promoting Professionalism in ELT

Padang, February 22 – 24, 2010

Rationale

As a world-wide language, the great need for the teaching-learning of English as an L2 and/or an FL has been increasing significantly. However, the teaching-learning process of English as an FL in Indonesia has not been fairly successful yet. Natural, cultural, psychological, theoretical, and practical problems are still in crucial issues which need to be discussed seriously. In order to have significant success in the teaching-learning of English, professionalism in English Language Teaching (ELT) should be stimulated and promoted by means of various ways. Having conference on ELT is one way which can be held to obtain the intended professionalism.

Being inspired by the experiences in organizing and holding national and international seminars so far, the English Department of Faculty of Language Literature and Art, the State University of Padang would like to organize the scientific discussions and workshops into regular conferences which are labeled as Conference on Language and Language Teaching (CLLT). It is planned that CLLT is held annually in the level of national and international one with various focuses. In accordance with the planning, this is the first international level of CLLT, and this year it is focused on the English language teaching. This conference is held with the theme: “Promoting Professionalism in ELT”. Researchers, lecturers, teachers, or students of English are kindly invited to participate in this valuable conference.

Continue reading