Kampusiana

10 12 2009

Kampusku,  Universitas Negeri Padang, lama sudah ku tinggal karena sedang dalam studi. Sepuluh tahun yang lalu, UNP atau mahasiswa di Padang secara umum merupakan  salah satu pelopor reformasi di Indonesia (setahu gue gitu sebelum aksi turun ke jalan di tempat lain di Indonesia). Maka boleh dikatakan aksi turun ke jalan di awali oleh mahasiswa UNP jauh sebelum isu itu menggaung di seantero Nusantara.

Jumlah demontrasi yang pertama cukup banyak walaupun dominan dari mahasiswa FBSS dan FT. Tema dan alasan mereka turun ke jalan juga dipahami para demonstran tersebut.

Namun berbeda dengan aktivis yang turun ke jalan masa sekarang, gerakan turun ke jalan dari UNP (mungkin ditempat lain juga) tidak seperti dulu lagi. Dari segi jumlah hanya sedikit. Dari segi waktu apalagi udah (paling) belakangan juga kayaknya. Apakah karena mahasiswa UNP sudah menjadi aktivis yang baru? Misalnya lebih study oriented atau lebih banyak berkutat dalam kegiatan ilmiah. (Tapi, kayaknya, tidak juga tuh kata dosen-dosennya).

Dulu mahasiswa UNP pemuncak dalam kegiatan ilmiah, PIMNAS, dan juga demonstrasi KKN, reformasi, hingga mereka ikut mendemo rektornya sendiri karena menggunakan hak prerogatifnya (yang terakhir kelewatan gak ya?).

Dulu dalam demonstrasi (aktivis) mahasiswa mencari dulu bahan dan materi yang dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga dapat dikatakan mereka (sangat) memahami kekisruhan yang yang terjadi (aware and understand) dan berdasarkan fakta.  Termasuk saat penulis sendiri ketika menjadi korlap dalam dialog dan demonstrasi masalah korupsi berjamaah di DPRD SUMBAR. Sebelumnya telah dilakukan kajian terhadap dokumen anggaran belanja anggota dewan yang dapat kami peroleh. (Wuih ternyata saat itu anggarannya banyak banget).

Tapi sekarang? Beberapa aktivis mahasiswa tidak banyak yang paham dengan materi yang mereka tuntut. Apalagi yang cuma ikut-ikutan. Lebih banyak orasi dan berteriak turunkan si A, usut si B. Masalahnya mengerti gak? Beberapa mahasiswa yang ikut demo tersebut kebanyakan tidak paham kasus Century dan hubungan dengan si A dan si B. Lantas ngapain teriak-teriak kalo gak ngerti? Apakah mereka gak aware dengan kondisi yang berkembang atau masih trauma?

Lantas jika kita amati di sisi Nusantara yang lain ada mahasiswa yang merusak fasilitas umum dan usaha masyarakat (misal perusakan restoran waralaba X yang nota bene milik warga sendiri namun mereknya aja asing). Apakah ada fenomena lain yang terjadi pada mahasiswa?

Jika di Padang aksi dorong-dorongan dengan Polisi aja sudah terasa rusuh (apalagi yang pertama ya?). Apakah fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia? Wallahu Alam.

Semoga demo mahasiswa atau penyampaian aspirasi ini lebih beradab dan dewasa. Juga lebih berdasarkan fakta. Berikan contoh penyampaian aspirasi yang baik kepada masyarakat, jangan mengeluarkan umpatan dan kata-kata kotor. Sehingga julukan mahasiswa sebagai “intelektual muda yang kritis dan dinamis, serta peduli kondisi lingkungan masyarakat baik tingkat lokal maupun nasional”. Sehingga fungsinya sebagai “Agent of Change” gak pernah luntur.

*Tulisan ini hanya untuk menggugah mahasiswa untuk peduli dan peduli…. dimanapun berada.





Kompetisi Debat Bahasa Inggris Tingkat UNP 2009

2 04 2009

HTML clipboard

ULEDC

(UNIVERSITY LEVEL ENGLISH DEBATING CONTEST)

KOMPETISI DEBAT BAHASA INGGRIS  TINGKAT UNIVERSITAS NEGERI PADANG

TAHUN 2009

Tema

“Pelaksanaan ULEDC (University Level English Debating Contest) dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa dalam Dunia Internasional”

FAKULTAS BAHASA SASTRA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

A. Tujuan Kegiatan

Tujuan dari ULEDC (University Level English Debating Contest) adalah:

  1. Melatih kemampuan speaking dan public speaking mahasiswa.

  2. Melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan memperluas wawasan mahasiswa mengenai isu-isu dunia terbaru.

  3. Mencari mahasiswa calon debater berbakat untuk dilatih dan dibina dalam kegiatan English Debate Community

  4. Menemukan Tim Pemenang kompetisi debat dan sekaligus mempersiapkan Tim Debat UNP untuk Kompetisi Debat Tingkat Wilayah A1 dan Nasional tahun 2009

B. Kegunaan ULEDC

Kegunaan dari ULEDC (University Level English Debating Contest) adalah:

  1. Sebagai salah bentuk kegiatan pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam berbahasa Inggris

  2. Sebagai salah ajang dalam melatih mahasiswa untuk berpikir logis, kritis dan tajam mengenai isu-isu terbaru di dunia yang mennyangkut hidup orang banyak.

  3. Sebagai ajang kompetisi sekaligus silaturrahmmi mahasiswa antar fakultas.

  4. Meningkat semangat kompetisi dan daya saing mahasiswa dalam dunia internasional

C. Bentuk Kegiatan

Kegiatan ULEDC (University Level English Debating Contest) berdasarkan pada British Parliamentary System. Kompetisi terdiri dari 4 tahap yaitu: preliminary round, quarter round, semifinal and final.

Read the rest of this entry »





Sedih & Malu: Tawuran antar Mahasiswa UNP

23 09 2008

 

Wajah dunia pendidikan Indonesia kembali tercoret dengan tawuran anatar mahasiswa sebuah Lembaga Penghasil Tenaga Kependidikan (LPTK). Sebagai alumni dan staf dosen di Universitas Negeri Padang (UNP), saya sangat sedih dan malu melihat tawuran antara mahasiswa FT dan FIK UNP yang terjadi Sabtu (20/9) dan Senin (22/9). Ironis, kampus yang pernah mengedepankan kampus religius (saat Bapak Prof. Dr. A. Muri Yusuf menjadi Rektor) justru meningkatkan tawuran tepat pada 10 hari terakhir Ramadhan. Saat umat muslim sedang meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya.

Read the rest of this entry »